Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 Desember 2013
PEMBENTUKAN MOLEKUL DENGAN TEORI HIBRIDISASI
Untuk contoh pembentukan molekul dengan teori hibridisasi, yuk tonton tayangan berikut !
Diposting oleh
In_Fa22
di
04.57
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
kimia
VIDEO PEMBENTUKAN MOLEKUL DENGAN TEORI VSEPR
Diposting oleh
In_Fa22
di
04.48
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
kimia
BENTUK MOLEKUL
Bentuk
molekul meyatakan posisi atom-atom dalam molekul. Bentuk suatu molekul
ditentukan oleh suatu atom dan struktur atom – atom penyusun molekul tersebut.
Meramalkan Bentuk Molekul dengan
Teori VSEPR
Teori
VSEPR didasarkan pada keberadaan elektron dalam atom. Elektron yang terdapat
dalam suatu atom, kecuali atom hidrogen dan helium dapat dikelompokkan menjadi
dua kelompok, yaitu elektron pada kulit dalam dan elektron pada kulit terluar
(elektron valensi). Kulit terluar ditempati oleh pasangan elektron ikatan (PEI)
dan pasangan elektron bebas (PEB). PEI adalah pasangan elektron yang digunakan
bersama dalam pembentukan ikatan, sedangkan PEB adalah pasangan elektron yang
tidak digunakan bersama dalam pembentukan ikatan.
Pasangan
elektron mempunyai sifat saling tolak menolak. Untuk mengurangi aksi tolak
menolak, pasangan elektron akan berupaya saling menjauhi. Bentuk molekul suatu zat
bergantung pada jumlah PEI dan PEB yang dimiliki.
Meramalkan Bentuk Molekul dengan Teori Hibridisasi
Bentuk molekul juga
dapat diprediksiskan dengan menggunakan teori hibridisasi. Teori hibridisasi
adalah sebuah konsep bersatunya orbital – orbital atom membentuk orbital hibrid
yang baru, sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat ikatan atom.
Bila dalam suatu atom, beberapa orbital yang tingkat energinya berbeda
(tidak ekivalen) bergabung membentuk orbital baru dengan energi yang setingkat
guna membentuk ikatan kovalen, maka orbital gabungan tersebut dinamakan orbital
hibrida.
Peristiwa pembentukan orbital hibrida
yang dilakukan oleh suatu atom (biasanya atom pusat) disebut proses
hibridisasi.
Tabel Bentuk Molekul Berdasarkan Jenis Hibridisasi
Diposting oleh
In_Fa22
di
04.14
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
kimia
Kamis, 19 Desember 2013
SIFAT FISIS SENYAWA
Sifat
Fisis Senyawa Ion
1. Memiliki
titik didih dan titik leleh yang tinggi. Ion positif dan negatif dalam
kristal senyawa ion tidak bebas bergerak karena terikat oleh gaya elektrostatik
yang kuat. Diperlukan suhu yang tinggi agar ion-ion memperoleh energi kinetik
yang cukup untuk mengatasi gaya elektrostatik.
2. Keras
tetapi rapuh. Bersifat keras karena ion-ion positif dan negatif terikat kuat ke
segala arah oleh gaya elektrostatik. Bersifat rapuh dikarenakan lapisan-lapisan
dapat bergeser jika dikenakan gaya luar, ion sejenis dapat berada satu di atas
yang lainnya sehingga timbul tolak-menolak yang sangat kuat yang menyebabkan
terjadinya pemisahan.
3. Berupa
padatan pada suhu ruang.
4. Larut
dalam pelarut polar misalnya air, tetapi umumnya tidak larut dalam
pelarut organik.
5. Tidak
menghantarkan listrik dalam fasa padat, tetapi menghantarkan listrik dalam fasa
cair. Zat dikatakan dapat menghantarkan listrik apabila terdapat ion-ion yang
dapat bergerak bebas membawa muatan listrik.
Sifat
Fisis Senyawa Kovalen
1. Berupa
gas, cairan, atau padatan lunak pada suhu ruang. Dalam senyawa kovalen
molekul-molekulnya terikat oleh gaya antar-molekul yang lemah, sehingga
molekul- molekul tersebut dapat bergerak relatif bebas.
2. Bersifat
lunak dan tidak rapuh.
3. Mempunyai
titik leleh dan titik didih yang rendah.
4. Umumnya
tidak larut dalam pelarut polar mislanya air, tetapi larut dalam
pelarut organik.
5. Pada
umumnya tidak menghantarkan listrik. Hal ini disebabkan senyawa kovalen tidak
memiliki ion atau elektron yang dapat bergerak bebas untuk membawa muatan
listrik. Beberapa senyawa kovalen polar yang larut dalam air, ada yang dapat
menghantarkan arus listrik karena dapat terhidrolisis membentuk ion-ion.
Sifat Fisis Senyawa Logam
1. Berupa
padatan pada suhu ruang. Atom-atom logam bergabung karena adanya ikatan logam
yang sangat kuat membentuk struktur kristal yang rapat. Hal itu
menyebabkan atom-atom tidak memiliki kebebasan untuk bergerak. Pada umumnya
logam pada suhu kamar berwujud padat, kecuali raksa (Hg) berwujud cair.
2. Bersifat
keras tetapi lentur/tidak mudah patah jika ditempa. Adanya elektron-elektron
bebas menyebabkan logam bersifat lentur. Hal ini dikarenakan elektron-elektron
bebas akan berpindah mengikuti ion-ion positif yang bergeser sewaktu dikenakan
gaya luar.
3. Mempunyai
titik leleh dan titik didih yang tinggi. Diperlukan energi dalam jumlah besar
untuk memutuskan ikatan logam yang sangat kuat pada atom-atom logam.
4. Penghantar
listrik yang baik. Hal ini disebabkan terdapat elektron-elektron bebas yang
dapat membawa muatan listrik jika diberi suatu beda potensial.
5. Mempunyai
permukaan yang mengkilap.
6. Memberi
efek foto listrik dan efek termionik. Apabila elektron bebas pada ikatan logam
memperoleh energi yang cukup dari luar, maka akan dapat menyebabkan terlepasnya
elektron pada permukaan logam tersebut. Jika energi yang datang berasal dari
berkas cahaya maka disebut efek foto listrik, tetapi jika dari pemanasan maka
disebut efek termionik.
Diposting oleh
In_Fa22
di
09.18
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
kimia
Rabu, 20 November 2013
Silabus Kimia SMA : Sifat Fisis Senyawa dan Bentuk Molekul
SILABUS KIMIA
“Sifat Fisis Senyawa dan Bentuk
Molekul”
Satuan
Pendidikan : SMA
Kelas : X
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya
KI 2 : Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret
dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
|
Kompetensi Dasar
|
Materi Pokok
|
Kegiatan Pembelajaran
|
Penilaian
|
Alokasi Waktu
|
Sumber Belajar
|
|
1.1
Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel
materi sebagai hasil pemikiran
kreatif manusia yang kebenarannya
bersifat tentatif.
|
· Sifat fisik senyawa.
· Bentuk molekul
|
Mengamati
·
Membaca tabel titik leleh beberapa
senyawa ion dan senyawa kovalen
·
Membaca
titik didih senyawa hidrogen
halida.
Menanya
·
Dari tabel
tersebut muncul pertanyaan, mengapa ada senyawa yang titik lelehnya rendah dan ada yang titik
lelehnya tinggi?
·
Mengapa titik didih air tinggi pada hal air mempunyai massa molekul relatif kecil?
·
Mengapa atom logam cenderung
melepaskan elektron? Mengapa atom nonlogam cenderung menerima elektron dari
atom lain? Apakah ada hubungan antara ikatan kimia dengan sifat fisis
senyawa?
Pengumpulan data
·
Menganalisis sifat logam dengan proses pembentukan ikatan logam.
·
Menganalisis
hubungan antara keelektronegatifan unsur dengan kecenderungan interaksi antar
molekulnya
· Menganalisis pengaruh interaksi antarmolekul terhadap sifat fisis
materi.
·
Menganalisis
dan menyimpulkan hasil pengamatan dikaitkan dengan data keelektronegatifan.
Mengasosiasi
· Menyimpulkan bahwa jenis
ikatan kimia
berpengaruh kepada sifat fisik materi.
Mengkomunikasikan
·
Menyimpulkan hasil pengamatan dan mempresentasikan dengan menggunakan
bahasa yang benar.
Mengamati
· Mengamati
gambar bentuk molekul beberapa senyawa.
Menanya
·
Bagaimana menentukan bentuk molekul suatu senyawa?
Pengumpulan data
· Mengkaji literatur
untuk meramalkan bentuk molekul dan mengkaitkan hubungan bentuk
molekul dengan kepolaran senyawa.
Mengasosiasi
·
Menyimpulkan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah
pasangan elektron di sekitar inti atom.
·
Menyimpulkan hubungan bentuk molekul dengan kepolaran senyawa.
Mengkomunikasikan
·
Menyajikan gambar bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom.
· Menyajikan hubungan kepolaran senyawa dengan bentuk
molekul.
|
Tugas :
· Mengamati sifat
fisis dari beberapa senyawa yang tersedia di laboraturium.
Observasi
·
Sikap ilmiah dalam mencatat data hasil pengamatan.
Portofolio
· Laporan pengamatan
Tes
tertulis uraian
·
Menganalisis hubungan antara jenis ikatan dengan sifat fisis senyawa
·
Menganalisis bentuk molekul
|
3 mgg x 3jp
|
· Buku teks kimia
· Literatur lainnya
· Encarta Encyclopedia
· Lembar kerja
· Aplikasi Kimia
|
|
2.1
Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu, disiplin,
jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet,
teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif )
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan
dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan
perilaku kerjasama, santun,
toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan
proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat
keputusan.
|
|||||
|
|
|||||
|
3.1
Mengolah dan menganalisis perbandingan proses
pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam
serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya
dengan sifat fisik materi.
3.2
Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan
hasil percobaan kepolaran senyawa.
3.3
Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan elektron di
sekitar inti atom (Teori Domain Elektron).
|
Diposting oleh
In_Fa22
di
04.13
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
kimia

